Monday, April 27, 2015

Temajuk dan tetangga sebelah : Teluk Melano

Sekilas sebagai rakyat Indonesia yang mencintai negarannya kalo udah mulai diacakadul sama negara lain, tentu pasti telinga akan panas setiap mendengar nama Malaysia. Negara ini seringkali terdengar mencari onar dengan negara kita, ibarat tetangga. Ini Negara suka nya ngambilin buah rumah kita tanpa bilang-bilang dan seketika jadi suka bertengkar antar tetangga.
tapi....itu yang kita tau dari kulit buahnya, yang hanya kita dengar di televisi dan media berita. Namun, bagaimana dengan masyarakat Indonesia yang selalu berinteraksi dengan masyarakat di Malaysia? Apakah mereka seperti kita yang seringkali benci pada Malaysia?

Rasa penasaran ini akhirnya terjawab ketika saya melakukan KKN di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Desa Temajuk.
Ingat mercusuar yang dibangun oleh Malaysia di desa temajuk? itu berada di desa kami KKN di Dusun Camar Bulan. Meskipun, di televisi sepertinya panas membara membahas permasalahan ini, namun berbeda ketika saya melihat sendiri bagaimana reaksi masyarakat disana. Desa Temajuk ini telah dilindungi oleh tentara-tentara yang berjaga disana, antara lain menjaga perbatasan dan menjaga apabila terdapat perintah dari pusat untuk segera menghancurkan mercusuar tersebut.
"Mak kesalkah dengan malaysia?"
"kenapa kesal? Ya mak sedih kalo liat mercusuar itu dibangun. Tapi mak dengan warga Malaysia disana berteman. Kami tidak bertengkar, nanti mak ajak kalian ke Malaysia kapan-kapan."

Warga di desa temajuk dengan warga di Teluk Melano Malaysia sangat akrab, bahkan banyak pula warga di Teluk Melano yang ternyata masih sesaudara dengan Mak. "Loh kok bisa Mak?" "Iya, saudara Mak banyak yang pindah ke Melano, hidup disana. Lebih terjamin di Malaysia."

Yupp!!! Jadi menurutku orang-orang pemerintah di Malaysia merupakan orang-orang dengan pemikiran marketing yang cukup handal! Analoginya seperti Ramayana, yang sering memberikan diskon besar-besaran sepanjang hari, bulan, tahun akhirnya orang-orang kalo belanja pada pindah ke Ramayana. (sebenernya kenapa sih Ramayana diskonnya parah banget, ini strategi marketing apa lagi sedekah besar-besaran?)

Ya, di teluk melano malaysia, disana desanya sangat nyaman. Bagaimana tidak? Sekolah gratis dan bagus, mendapat laptop, warungnya lengkap barang-barangnya, air dan listrik disediakan, petani bibit sering dikasih pemerintah. Bandingkan dengan di desa temajuk? Sekolahnya masih kurang guru, fasilitas kurang memadai, SMA nya lantainya masih pasir :'''(

Suatu hari ketika Lebaran, Temajuk dan Teluk Melano punya budaya sendiri. Di hari pertama lebaran warga Temajuk akan pergi bersilaturahmi ke Teluk Melano, di hari kedua warga Teluk Melano akan bersilaturahmi ke Temajuk. Beruntungnya kami bisa berinteraksi langsung dengan warga Teluk Melano di hari lebaran, kami ke rumah Kepala Desa Teluk Melano niatnya ingin minta makan ketupat opor bersilaturahmi, kami disambut baik oleh anak kepala desa teluk melano yang merupakan seorang guru. Kemudian anak kepala Desa ini bercerita "Saya salut sama anak-anak di Desa Temajuk, semangat sekali kalo belajar. Berbeda dengan anak-anak di Melano, mereka lebih senang dirumah bertani daripada Belajar."
Tentu kami penasaran, bagaimana mungkin anak-anak di Melano lebih senang bertani daripada belajar di sekolah? Bukankah fasilitas, laptop, guru semua diberikan? Bagaimana bisa lebih senang bertani? 

Ibu Guru ini melanjutkan, "Meskipun sudah diberikan fasilitas yang mewah di sekolah anak-anak tetap lebih senang bertani. Pemerintah Malaysia sangat memanjakan desa di perbatasan, dengan menjadi petani hidup di Melano sudah sangat cukup. Bibit sering diberikan oleh pemerintah, air listrik diberikan, warungnya sangat lengkap. untuk apa sekolah tinggi-tinggi jika jadi petani saja mereka sudah mendapatkan hidup yang nyaman dan layak?"

Terungkaplah benang merah, mengapa masyarakat Indonesia banyak yang pindah ke Malaysia dan mengapa anak-anak di Melano lebih senang dirumah dan bertani daripada sekolah. Teknik marketing yang yahut ini di satu sisi sangat menggiurkan, tetapi juga menjadi bumerang dimana dengan memanjakan masyarakat melalui berbagai fasilitas ternyata bukan ide yang baik untuk membangun masyarakat yang mandiri. Di satu sisi, saya sedih melihat infrastruktur di Temajuk yang belum ada listrik, air masih susah, sekolah fasilitasnya kurang, dan jika dibandingkan dengan Melano sungguh belum ada apa-apanya. Namun, dengan serba kekurangan ini justru desa temajuk bisa mandiri dan jadi orang-orang yang serba bisa. Buat rumah sendiri, motor rusak betulin sendiri, apa-apa dilakukan sendiri. Bangga sama orang-orang Temajuk, meskipun dengan fasilitas menggiurkan dari negara tetangga sudah melambai-lambai tetapi mereka tetap bersikukuh untuk stay di Temajuk. Alasan Emakku adalah, "Biarpun mak tau di Malaysia sudah enak betul hidupnya, tapi mak tetap senang di Indonesia. Meskipun anak mak namanya Malay (yang konon maksutnya Malaysia) tapi mak ingin anak Mak tetap tinggal di Indonesia."


Mewek jamaah, mau program KKN meningkatkan rasa nasionalisme warga temajuk saya justru kalah rasa nasionalismenya dibandingkan mereka. Denger ini, aku mah rasa nasionalismenya masih butiran deterjen rinso yang sekali bilas langsung ilang. :''''''''')

Sunday, April 26, 2015

Temajuk : Keluarga Pak Agus yang tak terlupakan!

"Kak sherinnnnnn.....kakak nak kemana?"
"kaaak... tak usahlah kakak pergi... temani malay lah kakak...."

Malay adalah anak dari ibu angkat saya selama saya KKN di Desa Temajuk. Namanya Malay, karena sewaktu dia lahir, bapaknya berada di Malaysia mencari nafkah. Laki-laki bocah berusia 3 tahun ini berambut panjang, paling metal kalo udah liat dia main. tapi paling imut lembut kalo hanya liat sepintas mengingat cara berbicaranya yang imut dan rambut gondrongnya. Beberapa anak KKN baru menyadari bahwa Malay adalah cowok ketika di akhir KKN, dari suara dan rambut gondrongnya cowok ini terlalu cute :3

Pagi-pagi Malay sering bangunkan kami di kamar dengan lonjakannya di kasur "Kakaaaak...bangunlah kakakkk......" Kita mengelitiknya hingga ia tertawa terpingkal-terpingkal. Hobinya malay tidak pakai baju dan tidur di depan kipas angin.

Emakku merupakan petani kebun, sehingga ia masak sayur-sayuran dari kebunnya sendiri. Jarang pula di temajuk jual beraneka sayur layaknya di pasar kota-kota. Jika ingin masak oseng kangkung, cukup ambil di selokan depan rumah. Jika sedang musim petai, setiap hari kita makan petai. Hingga dijadikan cemilan sambil nonton tivi dengan dibakar dan dicocol sambal. Sebagai fans cukup fanatik pete, saya sangat senang ketika petai panen. hahaha

Keluarga mamak beberapa tinggal di Malaysia, kadang kami dibawanya ke Malaysia nak tengok sodaranya. Malay mempunyai sepupu di Malaysia berumur 5 tahun namanya Rindu. Malay dan Rindu ketika sudah bertemu layaknya anak kecil di Indonesia pada umumnya lari-lari main, naik-naik tangga, kejar-kejaran. Ibunya Rindu bilang anak-anak di Malaysia berbeda dengan anak-anak di Indonesia, anak kecil di Malaysia jarang sekali yang mau main kejar-kejaran di luar rumah seperti anak Indonesia, makanya ketika Rindu bertemu Malay dia senang sekali. Senang karena ada yang mengajaknya main lari-larian. Rata-rata anak kecil di Malaysia tidak bermain di luar rumah, mereka bermain hanya di dalam rumah.

Di temajuk sulit sekali untuk makan sayur, cerita emak. Kita makan sayur seadanya apa yang panen. Sewaktu lagi sulitnya sayur, emak masak daun mengkudu, rasanya pait-pait getir tapi sungguh nikmat. Sering juga emak masak buah dijadikan sayur, emak pernah masak nanas dijadikan sayur dan rasanya enak banget hingga saya minta resepnya hahaha. Tiada tara soal makanan di temajuk, semua bahan sayur maupun buah bisa dijadikannya makanan lezat. Pantaslah teman-teman di KKN mengalami penambahan berat badan semua. (elus perut)

Bapakku namanya Pak Agus beliau merupakan seorang buruh apa saja, kadang ia bekerja di Malaysia menjadi buruh. Terkadang menjadi nelayan ikan ataupun lobster. Terkadang ia menjual burung hasil tangkapannya di hutan, bapak hobi sekali dengan burung, punya beberapa burung bersuara merdu di rumah. Harganya jika di jual kota berkisar Rp 500.000-750.000.  Boleh bilang Bapak ini sakti! Sewaktu kami ke hutan 3 hari 2 malam, dengan perlengkapan repotnya. Pake sepatu, bawa cemilan banyaaak, jaket, kompas. Bapak cuma pakai sendal jepit, kaos, celana pendek. Padahal jalurnya cukup licin dan curam. Kami menghabiskan waktu 3 hari 2 malam, bapak cukup satu malam. The Amazing of Bapak Agussssss.

Suatu hari, bapak ingin sekali mengajak kami mencari remis, remis ini sejenis kerang. Berangkatlah kita pagi-pagi pake motor bonceng tiga dengan 2 motor. Mencari remis pada dasarnya gampang-gampang susah. Gampang ketika air lagi surut, remis akan mudah didapat. Menangkap remis menggunakan sendok, dan botol aqua. Kami berpencar di sepanjang pantai sixteen, menggaruk-garuk pasir, dari ujung ke ujung. Dalam 2 jam kami menemukan remis sebanyak 1 botol aqua ukuran 600ml. Kebayang kan jadi nelayan kerang remis seperti ini nyarinya berjam-jam dapetnya sedikit. Giliran kita kalo makan di restoran seafood suka ngeluh kalo satu piring kerangnya cuma sedikit, padahal petaninya nyarinya susah banget kalo lagi gak musim.

Rumah kami menggunakan genset, dalam sehari bapak menghabiskan 5 liter bensin. 1 liternya seharga 9.000 setiap malam bapak menghabiskan 45.000 untuk biaya listrik di malam hari. Listrik ini biasanya bapak nyalakan menjelang maghrib sekitar jam 6 malam, dan akan mati secara tiba-tiba ketika jam 3an. Suara genset yang berisik membuat kita gak takut akan gelapnya jalan di desa temajuk, dan bikin nyenyak ketika tidur. Ketika genset mati, saya sering kebangun karena terasa tak ada lagi suara genset yang menyenyakkan saya di dalam tidur.

Malay, anak emak sudah bisa berhitung "satu...duaaaa....gitook...gitook...empat...limaaaa...nammm..uju...lapa...bilan....puluh....."
ketika dia menunjukkan sesuatu kepada kami, seringkali Malay menyebutnya dengan "gitook..gitoook..."
Paling senang menggambar, dan sangat senang dengan dunia hewan di hutan.. Bersama sepupunya namanya Elsa, mereka sering belajar bareng di rumah Malay. Semenjak kedatangan kami di rumah pak Agus di hari kedua kami tinggal, Elsa sudah datang ke rumah minta diajarkan mengaji. Meskipun genset dirumah lagi tak nyala, tak menyurutkan hasrat belajar Elsa untuk minta diajarkan mengaji dan membaca menggunakan senter. Elsa ini berusia 5 tahun, dan sudah bisa berhitung 1-100. Cerdas.

Suatu hari sebelum beberapa hari meninggalkan desa temajuk, Malay nanya "Kak... tak betah kah kaka disitok? kaka nak tinggalkan malay? Mak, tak betahkah kakak tinggal di rumah?"
Ngampet tangisan yang udah mau banjir di mata, ketika malay bertanya kayak gini.
Di akhir kepulangan, isak tangis warga temajuk dan seisi bis mengisi perjalanan pulang kami. Hal-hal kecil di temajuk sampe sekarang masih sering dirindukan. Kesederhanaan, keramahtamahan, kekeluargaan, kedamaian, hal-hal seperti ini yang cuma bisa didapatkan di desa temajuk.
Sesampainya di jogja, saya jadi sering risih sama bunyi-bunyi kendaaraan lalu lalang, tidur selalu matiin lampu padahal sebelum KKN gak berani tidur dalam keadaan gelap, sering jalan kaki dari kos ke kampus, jalan kaki kemana-mana, hal-hal ini kadang masih saya bawa dalam kegiatan sehari-hari sampe sekarang. Sepertinya saya harus balik lagi ke desa temajuk.

Sunday, March 22, 2015

lovely sister and brothers

"Assalamualaikum, Mamaaa"
"Mama? mama siapa?" Bersuara ngebass
"He? Mama, ini bukan mama?"
"ini siapa? Salah sambung saya bukan mama"
"Eh kok suaranya kayak kenal."
"Eh ini siapa ya?"
"Lah ABANG??????? INI BANG EJA??"
"Loh kamu nul? ngapain telpon aku pake mama..mama segala?? mau minta pulsa???"
(Ketawa sampe lama banget menyadari kebodohan kami.)

Sejenak saya tersadar, ini adalah nomer abang. Jadi, memang selama ini keluarga kami jadi punya nomer simpati masing-masing, biar telpon murah. Tetapi kami juga tidak ngesave nomer simpati masing-masing, karena pasti hanya dipakai sementara aja, dan disinilah keteledoran kami dimulai. Wakakakakakaka

Anw, im so lucky to have an old brother like him.
Sedari kecil kami memang dekat layaknya minyak dan air dalam satu gelas. Dekat tapi gak nyatu. Selalu bertengkar tapi saling mencari, selalu ingin menyiksa satu sama lain tapi saling mempedulikan. Abang saya adalah minyaknya, selalu diposisi atas karena dia selalu melindungi saya, saya si air di bawah yang seringkali dilindungi sekaligus diplenet abang.

Sewaktu kecil karena anak cewek seumuran saya jarang ada, jadi dari kecil saya selalu main sama abang dan teman-teman cowoknya. Sejak kecil juga kalo saya di bully sama Abrar, abang selalu jd pelindung saya, dan mbuntutin abang jadi hobi saya sejak kecil sampe besar............ -____-"
Hingga abang kerja, menikah dan punya anak. abang selalu jadi tempat favorit cerita dan jadi dewan pertimbangan atas pilihan hidup yang saya buat, biarpun setelah beranjak dewasa terlihat damai sentosa tapi kami masih sering tinju cubit kayak bocah kalo saling ketemu, thats how we express our loves each other.

Terlahir terlalu lama merasakan jadi anak bontot dan ternyata nggak jadi bontot karena punya dua adik kembar di tahun 1999, membuat saya terlena terlalu menikmati berperan sebagai anak bontot yang dilindungin abang dan paling dimanja orang tua. Kehadiran si kembar merupakan saat yang dinanti-nanti ketika adik saya di tahun 1998 meninggal, biarpun jadi anak bontot dari kecil saya selalu pengen punya adek (biar gantian bisa nakalin) mehehehe.

Irham dan Irma, kedua bocah kembar ini lahir dalam rahim ibu dengan beda kelahiran 8 menit, tetapi memiliki begitu sifat yang berbeda satu sama lain. Sekarang sudah kelas 1 SMA, dan merekalah alasan saya selalu ingin cepat pulang, dan mereka juga alasan saya ingin cepat lulus dan bekerja di jakarta. Kita hampir enggak pernah berantem semenjak dewasa gini, tapi justru jadi tempat curhat paling apik, dan dirumah karena anak emak tinggal 3 (abang udah kawin dan beda rumah) kita jadi makin lengket satu sama lain kayak kulit bekas operasi kemaren yang nempel sama kain kassa, kalo dirumah gak bertiga lengkap juga kayak kulit luka bekas operasi yang bolong dan gak dikasih obat, ya bolong aja terus gitu. (Yaopo E!!) #edisibaladabekasoperasiinfeksi

Entahlah, karena dulu abang cepet banget setahun kerja langsung kawin di usia 23, rasanya saya justru nggak pengen nikah di usia muda banget kayak abang dengan alasan klasik nan crunchy (krik-krik alias nggak penting) : pengen main sama bocah-bocah dulu sampe puas, pengen ngajak mereka jalan-jalan, pengen ngasih mereka uang saku. HAHAHAHAHAHAHA, elu emak apa kakak sih nul??? dan ini seriusan, enggak bercanda.

Mungkin inikah yang dinamakan cinta karena Allah? ingin membahagiakan apapun yang terjadi, ingin selalu berada di dekatnya dan menjadi sosok yang sekiranya ketika mereka butuh, saya selalu ada di samping mereka. Yes, i love them more than everything that i have in my life, i love u twinsssss. I love u bang gembul, irhum dan irmul!! Mereka adalah cinta kedua dalam kehidupan saya setelah kedua orang tua tentunya. Semoga kita menua tanpa harus berjiwa tua.

Dalam rangka abang ulang tahun, dia harus make topi beruang selama makan bareng sampe perjalanan pulang ke rumah qiqiqiqi

Kepadamulah aku menyampah, kepadamulah aku selalu bisa bercerita bebas dari lubuk hati terdalam, kepadamulah aib-aibku di tahun 2008 telah terkumpul menjadi satu dalam blog ini. Btw, terima kasih ya blog telah menemani perjalanan hidup saya 7 tahun ini. Semoga kelak ketika saya punya anak, mereka tidak menemukan diari perjalanan aib ibunya yang aneh sejak SMA ini. Semoga calon suami saya, keluarganya nggak membatalkan perkawinan setelah kepo blog saya. Terima kasih blog!!! Aku cinta kamu. Terima kasih nguungnguung, suara isi hati kepala saya yang kok lama-lama suaranya kayak suara lalat ijo ya? 
Panjang umur, sehat-sehat, dan bahagia selalu blog.

Thursday, February 12, 2015

Hemangioma is not over yet.

KEJUTAAAAAAAAAAAAAAN!!!!!!!!!

Masih inget hemangioma? Saya si penderita hemangioma? 
Tuhan memberikan kelebihan bagi saya yang tentunya menjadi kekurangan juga. Kelebihan tersebut adalah berupa sedikit daging menonjol, di antara tanda lahir di bagian paha.

Setelah membaca berbagai literatur di internet, enggak pernah ada yang membahas bahwa hemangioma ini adalah penyakit yang berbahaya, nantinya akan sembuh seiring waktu berjalan. Tapi, yang kamu baca di internet adalah : enggak. semua. hemangioma. adalah. penyakit. biasa. aja. yang. gak. perlu. pengobatan. lebih. lanjut. (dan ini baru saya ketahui ketika saya kuliah di semester akhir, setelah memiliki hemangioma sejak lahir) keshalllllllll.........

Dokter saya dulu menyarankan di operasi 3 kali agar hemangioma yang menonjol diluar tersebut dapat hilang sepenuhnya. Tapi saya baru operasi 2 kali, terakhir operasi sewaktu tahun 2009 kalo tidak salah, hemangioma ini dioperasi di dokter kulit kecantikan dan masih tersisa sedikit sekali yang menempel pada garis bekasi operasi. Kemudian, saya biarkan. Yang penting isinya udah keluar, pikir saya dan keluarga waktu itu. 2014 hemangioma yang tersisa itu kini besar dan melebar kembali. Seharusnya dari awal bukan diperiksakan ke dokter kulit tapi dokter tumor, karena ini sejenis tumor.

Berawal dari ngerasa suka pegel-pegel di kaki, dan kadang suka ngerasa panas di bagian paha yang terdapat hemangioma. Iseng aja cek ke Rs Sardjito, dokter disana menyarankan ini di angkat mengingat riwayat hemangioma ini telah berusaha dihilangkan, tetapi kini justru tumbuh kembali. Mengiyakan untuk dioperasi? enggak! sebagai pasien saya punya hak untuk cari second opinion dokter lain. Kemudian ke dokter Rs. di daerah ragunan, dokternya terkenal jago dalam kiprahnya mengoperasi tumor dan kanker. Lalu dokter meminta di cek CT Scan, hasil CT Scan menyatakan bahwa hemangioma saya tumbuh cukup dalam hampir mengenai otot kaki saya, yang dapat mengakibatkan pincang seumur hidup, dan disarankan untuk diangkat. Percaya? enggak juga. Saya dan keluarga masih berusaha positive thinking dengan memasukkan ke dalam otak bahwa artikel-artikel google adalah benar adanya : hemangioma tidak berbahaya.

Belum puas, saya ke dokter di rs khusus tumor dan kanker, setelah melihat hasil CT Scan, beliau menyatakan harus diangkat. 3 dokter menyatakan hal yang sama : hemangioma ini di operasi!. Akhirnya saya operasi di  Rs di ragunan, akhir januari lalu. (Gak usah cerita gimana prosesnya sampe akhirnya udah di rumah, ini operasi terbikin lemes, jaitannya panjang sejengkal lebih dikit)
2 minggu setelah operasi, merasa udah lumayan bisa jalan, saya boncengan naik motor sama irham, nyampe rumah blood everywhere. darahnya ngucur :'''''''''''''

Setelah dilihat hasil lab, tumor saya "isi" di dalamnya sudah bersih, tapi ada yang perlu dihilangkan dengan radiasi atau penyinaran. Jadi setelah ini saya masih harus radiasi+kontrol (lah skripsi piyeeeeeeeeeeee mbokdeee). 

Saat bertemu dokter radiasi, saya menanyakan hal-hal seputar hemangioma sepemahaman saya akibat percaya artikel gugel bahwa hemangioma tidak berbahaya. Katanya, "hemangioma memang pada dasarnya tidak berbahaya, namun pada kasus-kasus tertentu bisa jadi berbahaya karena sifatnya yang berbeda. Hemangioma itu tumor pembuluh darah, tumor itu kayak manusia sifatnya bisa berubah. Dalam kasus mbak ini bisa jadi tumornya jinak hiperaktif jadi cepat sekali dia tumbuh berkembang, dan bibit-bibit ini dihilangkannya harus dengan radiasi." HOOOOOOOOHHHHHHHHH (mangap-mangap)

"Bu, udah radiasi berapa kali?"
"ini yang ke-27 kali"
"rasanya gimana bu kalo radiasi? ada efek samping gak?"
"paling jadi gak pengen makan sih mbak, eneg gitu"
"HOOOOOOOOHHHHHHHHHHH" udah badan cungkring, makin cungkring.

Skripsi? dikala udah selesai penelitian, dikala udah tinggal nulis 1 pembahasan lagi dan revisi-revisi. Ketika saya udah punya plan lulus mei, abis ini mau volunter, mau kerja, mau membahagiakan keluarga, mau ke kalimantan. Allah ngasih cobaan kayak gini? Gimana gak disebut kejutan coba?? he-he-he.
Sepertinya lulus bulan Mei adalah fana, cuti kuliah adalah nyata. Lulus mei ini masih memungkinkan kalo dosen saya, dosen baik yang mau melakukan bimbingan via email, tapi aku tau sih si ibuk tipenya kayak apaaaa kalo bimbingan. q takut q ngerihhh.

 Ini se-baik-baiknya cobaan sih. Cobaannya terlalu baik buat saya, sampe i dont know what to say lagi selain berdoa aja buat yang terbaikkkkkkk. Sebaik-baiknya saya yang buat rencana mah Allah selalu punya rencana yang jauuuuuh lebih baiiiiiiiikkk, dan saya percaya itu :)

"Menangkan level cobaan ini, dan kau naik tingkat keimanan dengan cobaan lebih besar lagi atau kau merengek mengutuk dan menjauh dari Tuhan kemudian Tuhan akan menurunkan level keimananmu dengan menurunkan tingkat cobaan?"

aku enggak takut. aku punya Tuhan dan takdirnya yang lebih indah dari apapun.

Terakhir : Mohon doanya dan minta maaf sebesar-besarnya ya kalo punya salah dari yang kecil seupil dibagi dua sampe segede gunung. Nyuwun ngapunten nggih.

Saturday, January 31, 2015

pilihan hidup.

Selamat datang KMTA (Kumpulan Mahasiswa Tingkat Akhir)

Bulan februari ini, angkatan saya mulai beberapa orang wisuda. Salah satunya, konco kental manis saya : Iftitah Sari.

Sedih? Iya. Teman begadang sampe pagi + temen makan ini akan menghilang dari jogja bulan ini. Kasus angkatan saya yang udah cepet banget pada ngejar wisuda februari ini menimbulkan perselisihan. Ada yang bilang "buat apa sih lulus cepet? tapi kalo gak mendalam ilmunya? atau buat apa lulus cepet, belom juga cumlaude, buat apa sih lulus cepet, dia kan blablablabla" Fyi aja, karena hukum bekerja selain otak juga pake mulut jadi ya mulutnya suka pada ceriwis (bacot)

Kenyinyiran ini lumayan kenceng sih di angkatan, tapi gue rasa semua orang punya pilihannya masing-masing untuk menentukan target kelulusan maupun kehidupan. Hidup itu pilihan.

Seperti tita yang lulus cepat karena pengen ngejar toeflnya dan lanjut s2 di luar negeri, atau teman saya yang wisuda karena telah ada yang melamarnya, kemudian senior saya yang lulus 6-9 tahun karena senang berkecimpung di dunia lomba peradilan semu, atau temen yang pinter banget, karena suka penelitian jadi lulusnya agak tertunda. Gue pikir ini hal yang wajar, selama ada alasannya dan ada yang kamu perjuangkan.

cepat atau lama lulus, semua harus ada alasannya. Jangan cepat lulus tanpa tau untuk apa harus lulus cepat, dan jangan lulus lama karena gak tau alesannya kenapa bisa lama lulus. Kalo kamu Na?

KKN : Desa Temajuk, kalbar

Dusun Takam Patah, saya ditempatkan di dusun yang paling ujung dekat sekali dengan perbatasan Malaysia. Hanya 10 Menit saja, kita bisa temui desa malaysia. Jadi jangan heran kalo sinyal tiba-tiba suka roaming sendiri, karena di desa saya sulit sekali sinyal. jadilah, sinyal menjadi barang berharga selain kamu......... #eh #yaapasih

Kesulitannya juga adalah listrik : di desa ini belum masuk listrik jadi warga menggunakan genset sebagai penopang terangnya masing-masing rumah. Ada rumah yang belum ada genset jadi gelap-gelapan. Ada juga yang udah punya. genset ini menggunakan bensin, kalo Bapak angkat saya, semalam biasanya membutuhkan 5 liter bensin dan disini bensin seharga 9.000/liter. jadi satu malam bapak menghabiskan hanya buat listrik aja udah 45.000 sendiri. kalo lebaran berubah jadi 15.000/liter. Mahal abissssss
Suatu hari pernah karena bapak mau antar emak ke rumah sakit hingga 3 hari, jadi saya bersama dua orang roomate yaitu tita (hukum) dan erika (gizi), kita terpaksa gelap-gelapan dirumah. karena genset bapak besar sekali tak ada yang mampu menyalakan kecuali bapaknya sendiri. Suer ini bapak kekuatannya super banget!
Beberapa hari itu kami masak sendiri, tidur pun gelap-gelapan. Masak pun kami ambil kangkung di selokan depan rumah, masak nasi, ambil kelapa di halaman bapak. Tadaaaa!!! Jadi deh nikmat banget. Kita ngajak temen-temen lain buat makan di rumah kami. karena itu udah jam 6an, kami makannya pake senter, dan nikmatnya makanan itu sesederhana ini. Seadanya, kebersamaan, dan semua terlihat lezat meskipun sederhana. Tidur gelap-gelapan pake senter huahaha.

Selain itu juga air alirannya tidak mengalir ke seluruh dusun. Jadi kalo dusun saya hingga ke arah menjelang perbatasan, sulit air. Kebetulan pusat airnya ada di rumah saya, jadi setiap pagi dan sore warga mengambil air dirumah berdirijen-dirijen buat dibawa pulang ke rumahnya masing-masing. Beratnya 1 dirijen yang udah full sama air, beratnya ampun-ampunaaaaaaaaaaan.......... *nyerah ngangkat*. Jadi ketika hujan, merupakan berkah bagi warga, karena airnya bisa ditampung untuk mandi, masak, dan lain-lain. Temen saya May, Ika, dan Ovi di desa camar bulan, karena di rumah mereka sulit air, mereka kadang mandi di sungai pake kain berasa dayang-dayang yang mandi di sungai. :) well setiap rumah punya ceritanya masing-masing siih :D

Memang desa temajuk merupakan desa yang perbatasan yang mungkin kita hanya tahu di tv-tv aja dengan gambaran desa perbatasan adalah desa yang keterbelakangan. Tapi jangan salah dengan desa temajuk. Salah satu program kami yaitu mengajar di sekolah-sekolah, dan kebetulan saya mengajar di SD bagian kelas 4, 5, dan 6 matpel Matematika di SD Maludin. Anak-anaknya pintar banget! Setiap misalkan saya ngasih soal-soal, cepet banget jawabnya, perpustakaan SD nya meskipun seadanya tapi selalu ramai siswa. Rasa penasaran dan keinginannya untuk belajar patut diacungi jempol jika dibandingkan SD perkotaan. Memang sih, kekurangannya SD di perbatasan adalah lambatnya pendistribusian buku-buku pelajaran ke siswa. Kata ibu-ibu disana yang anaknya cerdas-cerdas ngasih tau rahasia kecerdasan anaknya ke kita, yaitu sejak hamil ibunya selalu makan bubur ikan, ikannya ikan laut. dan direbus.......... (duh rasa ikan direbus tuh sebenernya........)

Disana, karena kalo ayam sukanya masak dogeng alias pantat ayam, yang mana saya paling gak doyan ayam bagian ini .___. jadi saya lebih milih untuk makan ikan, padahal kalo dalam kehidupan sebelum KKN gak terlalu doyan ikan, tapi di Temajuk punya banyak ikan aduhai amboy dagingnya! Pernah liat lele segede lengan? atau ikan rasa daging ayam? ikan dagingnya lembut banget? lobster? daging rusa? Berkat KKN saya jadi pernah nyobain semua jenis makanan ini. hihi

Terlalu banyak yang pengen diceritain hingga postingan ini berkarat dalam blog gak di posting-posting. Maapken.

Untuk lebih detail seperti apa desa temajuk dan kegiatan kita, ini video yang mencakup desa temajuk. Semoga abis lulus, bisa ke desa temajuk lagi!! Nyok nabungggggg


Friday, September 12, 2014

Surga di Ekor Borneo : Masih di perjalanan

Ada Surga kecil di ujung ekor kalimantan yang belum banyak orang tahu. Letaknya di perbatasan Indonesia Malaysia. Kalo KKN banyak orang mengincar nilai 3 SKSnya, tapi saya tidak hanya mendapatkan nilainya tapi juga pelajaran kehidupan
Perjalanan kami menggunakan pesawat dari Jogja ke Pontianak selama kurang lebih 1 jam. Sesampainya di Kota Khatulistiwa, rasa panas itu betul-betul terasa hingga menusuk ke tulang. Beneran ini kota pontianak, panasnya ga cuma sekedar panas yang bikin gerah tapi juga menyengat hingga rasanya ketusuk-tusuk. Sesampainya di bandara, kami dijemput oleh bis yang akan mengantarkan kami ke desa Temajuk. Yeaahhhh udah nyampe kalimantan bentar lagi desa temajuk!!!!!

ini pas nyampe di pontianak, langsung taruh barang di atas bis. Perjalanan baru dimulai!

Pontianak ke temajuk bentar lagi adalah hoax teman-teman...
Puasa saat keberangkatan KKN di kalimantan adalah puasa terberat saya selama hidup. Selain bisnya gak ada ac+panas yang menyengat+bis mogok terus+puasa jadilah kombinasi terberat puasa edisi hidup saya. Disaat bisnya mogok kami sempat ke Warung Padang saat itu kondisi waktunya udah malem banget jam 11an.
"Dek nak kemane?" tanya penjual masakan padang
"ke desa temajuk pak"
"Wah hati-hati di desa temajuk, angker disana. nanti kalo disana jangan blablablabla"

Semakin membuat hati merinding menuju kesana, mulai mengkait-kaitkan kemogokan bis kami saat itu dengan hal-hal angker disana. Mulai mikir kalo kita digangguin makanya bisnya mogok. #dasarmanusiasuuzonaja!

Akhirnya kami bermalam di pendopo bupati sambas dulu, paginya baru kami melanjutkan perjalanan ke Desa Temajuk. "abis ini kita nyebrang sungai" dalam pemikiran saya, nyebrang sungai itu tinggal naik jembatan, but this is KALIMANTAN. Sungainya besar-besar, jadi nyebrang sungai harus pake kapal :)

 Ini kapal pertama kami nyebrang dari sambas, ngantrinya panjang beut. Disini yang puasa imannya mulai pada goyah, mengingat nunggu kapalnya sambil nongkrong di warung yang wangi masakannya sedap nian.

 daripada nunggu di warung yang bikin lidah dan hidung gelisah mending narsislah. tita - Ina, sahabat kkn sekaligus sahabat begadang saya sejak dua semester lalu.

Ini perahu menuju ceremai, perahu ini mengindikasikan sudah sangat dekat dengan temajuk :)))) rada horor sih perahunya kecil tapi dinaikin bis dengan barang bawaan banyak berluber-luber.

Pemandangan kami menuju perjalanan ke desa temajuk, masih tanah-tanah berpasir

Perjalanan Pontianak - Desa Temajuk 18 jam, meskipun ga mudik tapi udah berasa perjalanan jakarta-solo kalo lagi mudik. Akhirnya nyampe di Desa Temajuk dengan keadaan super bahagia sekaligus badan pegel gak karuan. Sesampainya disana, kami disambut hangat oleh warga desa temajuk, setelah penyambutan kamipun di bagikan ke orang tua angkat. Saya bersama Pak Agus, Mak Imelda, teman sekamar saya si Tita, Erika : kehangatan keluarga ini yang pada akhirnya membuat saya gak ingin balik lagi ke jawa. Saya langsung jatuh cinta dengan desa temajuk, keluarga saya, warganya, dan anak-anaknya :3

Ngapain aja saya di KKN? apakah tidur dan makan doang? ataukah ngajarin bocah maen banyak-banyakan makan gundu? to be continued.....

Tuesday, July 8, 2014

sampai jumpa 2 bulan lagi

Sehari posting tiga? anggaplah ngabuburit sekaligus pelampiasan karena kesibukan di semester enam yang padat merayap............


Besok adalah hari terakhir sahur dan buka puasa bareng keluarga di tahun ini. Lebaran tahun ini pun ga bisa bersama keluarga, tetapi bersama keluarga baru saya yaitu : KKN KTB01. :)

Sambas, desa temajuk, Kalimantan Barat disanalah tempat kami akan bertempat tinggal selama 2 bulan. Kebetulan saya dapat desa takam patah. katanya sih, alat untuk nyalain listriknya lagi rusak, dan karena ini daerah desa pelosok yang dekat perbatasan malaysia, sinyal sulit didapatkan. Sementara ganti nomer simpati dulu selama 2 bulan. mau tau nomernya tanya aja. #kayakadayangmaunanyaja huhu :(

Belum pernah ke kalimantan. Jadi ini pertama kalinya nanti menginjakkan kaki ke kalimantan. Semoga bisa bermanfaat. karena saya juga ga tau kayak apa desa temajuk. ternyata seperti ini........





Ngasih fotonya gambar yang bagus-bagus biar semangat KKNnya. Semoga indah gambarnya senyata apa yang saya alamin selama KKN. hehehe. aaamiin :)

Sehabis KKN, pasti saya akan posting! sampai ketemu 2 bulan lagi. :)

nikah muda?

Menginjak usia 20-an. (yaampun tuak amat).
Terkadang mulai terbersit kata-kata "kawin kapan?" "si anu udah nikah" "si ini udah punya anak" belum lagi ibu yang suka mengingatkan saya "kamu nikah paling lama 23 aja, abang aja 23" ini menjadi beban yang amat berat bagi saya seorang adik abang berjenis kelamin wanita. yang punya abang laki. menikah di usia muda dua puluh tiga. dan usia 23 buat saya adalah 2 tahun lagi. #jegeeerrrr

Kalian juga sudah mulai tahu ada hadits yang diriwayatkan oleh Baihawi dari Anas bahwa Rasulullah saw bersabda, "apabila seorang hamba menikah maka sungguh orang itu telah menyempurnakan setengah agama maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lainnya."

menikah itu menyempurnakan setengah agamanya. Tapi, bagi gue menikah itu adalah ibadah paling beresiko. karena ketika seseorang mengikatkan dirinya untuk saling mencintai dalam ikatan suci bernama perkawinan dimana (bagi gue) ikatan sekali seumur hidup berarti ia harus siap menanggung segala resiko akibat ikatan perkawinan tersebut. Its mean, kita sebagai suami-istri punya tanggung jawab untuk saling mencintai, mempertahankan rumah tangga, memiliki keturunan, mendidik anak menjadi anak yang soleh/ah.

ketika sudah berumah tangga, ada kalanya kita mengalami puber kedua. dimana kembali seperti usia remaja yang mencari identitas dirinya. mulai terombang-ambing, dan mulai merasakan ketidakpuasan dalam hidup dan seperti usia muda adakalanya terbersit untuk memiliki pasangan lagi. (Catatan Hati Seorang Istri Banget). Belum lagi namanya sindrom kebosanan dalam rumah tangga. atau apa tujuan dari pernikahan itu sendiri? apakah semua pasangan menikah untuk menghasilkan keturunan? bagaimana jika belum diberikan keturunan hingga bertahun-tahun? apakah suami akan poligami dengan alasan tidak dapat memiliki keturunan ataukah bercerai? astaghfirullah...

ada banyak. banyak sekali resiko-resiko yang cukup membuat saya berpikir ulang mengenai menikah muda. ketika nanti akan menikah dengan seseorang. berarti kita sudah siap dengan segala resikonya. kelebihan dan kekurangan pasangan. dan jelas harus satu tujuan dalam mendirikan rumah tangga.

gue salut sama orang-orang yang menikah muda. bukan persoalan rezeki, rezeki pasti sudah diatur oleh Tuhan. tetapi lebih ke mental. yak, menikah itu memerlukan kesiapan mental masing-masing manusia. bukan sekedar melampiaskan nafsu belaka.

pesta demokrasi #katanya

halo hari-hari menjelang pemilihan presiden. Sudah tentu banyak dari kita telah menentukan pilihan, ataupun masih terbelenggu oleh banyak isu-isu hingga pada akhirnya masih belum bisa menentukan pilihan atau mungkin lebih memilih untuk diam apatis karena tak suka dengan pilpres saat ini.

Pilpres saat ini telah memberikan gambaran betapa Indonesia masih mudah konflik hanya karna dipicu  isu-isu yang tak tau mana benar dan salahnya. Pendukungnya pun cinta pada "capres-cawapresnya" tapi cinta buta. Mencintai tanpa peduli melihat mana yang buruk mana yang baik. Ketika disinggung sedikit, amarah memuncak membela mati-matian, saling ejek sana-sini.

Tak terima ketika dikritik ataupun melihat berita yang menjelekkan kemudian menghasut orang-orang untuk ikut menjadi benci dan menjelek-jelekkan satu capres-cawapres  yang lain. Media yang seharusnya netral kini bias tak lagi memberikan info sesuai pilar-pilar demokrasi negara. Media hanya sebagai alat propaganda kekuasaan yang saling menjatuhkan. Berlomba-lomba menonjolkan sisi baiknya calon yang didukung dan menunjukkan sisi negatifnya calon lawan. Media kini sudah menjadi alat pembentuk citra bagi capres-cawapres yang didukung. Yang paling sering terlihat adalah tv merah dan tv biru yang saling berlomba-lomba menjatuhkan calon capres-cawapres lawan. Tak hanya tivi, koran, berita di internet kini memberikan informasi yang menjuruskan ke salah satu pasangan calon. Euwhhh......

Yuk buka mata!
bahwa dalam melihat setiap pasangan calon capres-cawapres bukan yang kita lihat bentuk sisi negatifnya. Tetapi sisi positifnya. Toh mereka manusia, yang pasti tidak sempurna. Siapapun pilihannya, mari kita hargai. Berbeda pilihan itu hal yang wajar. Hentikan menjelek-jelekkan satu sama lain melalui media sosial, hentikan membuat berita opini yang hanya memojokkan salah satu pihak. Berhenti mengeshare hal-hal negatif dari masing-masing pasangan.

katanya ini pesta demokrasi Indonesia. Jika ini sebuah pesta demokrasi, lalu seharusnya masyarakat merayakan dengan hati gembira dan bahagia bukan saling ejek dan hina.

Mari rayakan pesta demokrasi di bulan baik ini dengan hal-hal yang baik. Jangan lupa tanggal 9 kita mencoblos pilihan kita. Sehabis coblosan jangan ngupil, ntar idungnya kena ungu-ungu......... #yaopoeeee

anw, kamu sudah menentukan pilihan belum Na?
sudah dong. aku pilih salam telunjuk, salam satu jari :) #bukankampanye #cumangasihtau

Selamat merayakan pesta demokrasi!!!! :)




Tuesday, January 14, 2014

Menikmati Usia

Di tahun 2013, seringkali saya selalu berkaca pada apa yang banyak terjadi di tahun itu. 

Selalu menengok kembali pada setiap momen yang memang tak selalu menyenangkan tapi layak untuk dikenang. Masih ada pula rencana yang tetap menjadi wacana, ada sebentuk keberanian mencoba banyak hal baru, ada juga segenggam rindu yang kini kian pilu karena tak pernah dicari tahu. Tapi ini semua sudah masa lalu, dan akan menjadi cambuk bagi diri sendiri untuk mencari hal-hal baru. Memang mencari inspirasi tidak semudah mencari laron di musim hujan. Tapi itulah seni kehidupan. Dalam lukisan tidak akan bagus hasilnya jika hanya dipadukan dengan warna cerah saja. Warna gelap pun harus diikutsertakan agar kombinasi warna dalam lukisan semakin hidup. 
Selamat menikmati kehidupan di usia menginjak dua puluh satu. Selamat mewarnai tahun 2014, dear Sherina Fauzani. :)

Wednesday, December 11, 2013

#1001alasan

"Papa masih merokok? niat papa ngerokok baik ya buat nyelamatin petani tembakau, rokok papa apa namanya? enak gak?"
"iya, kasihan petani tembakau tuh.. papa rokoknya ini" *nyodorin sampoerna mildnya*
"Papa kalo rokoknya sampoerna mild, ga menolong petani tembakau pa. Sampoerna mild kan tembakaunya impor"
".........................."

Kalo papa punya 1000 alasan untuk tetap merokok. Aku punya 1001 alasan supaya papa berhenti merokok. :)

#DukungPapaBerhentiMerokok #PapaSehat #InaSayangPapa

Sunday, November 10, 2013

Ini....cuma kulon progo punya!

"arah kulon progo belok kanan, kok kamu lurus aja?"
"menurut google, arahnya dari godean lurus aja terus ntar tembus deh bukit kelir"
"jadi kamu belom pernah kesana?"
"belum, namanya juga petualangan hahahaha"

Petualangan Kulon Progo kami dimulai dari keingintahuan tentang Indahnya Kulon Progo yang masih belum terjamah. Semua orang tahu, kalo ke Jogja ya pasti nyicipnya wisata di daerah wonosari yang emang udah tidak terbantahkan lagi keindahannya.
awal tujuan utama kami : nemu Bukit Kelir! 

Selama di perjalanan, entah kenapa nggak nemu-nemu yang namanya bukit kelir. Justru tiba-tiba kami bertemu dengan Puncak Moyeng, mampir dulu bro..
Katanya, Puncak Moyeng
Cukup keren pemandangannya. Cuman sayang, ini kayaknya bukan Puncak Moyeng deh. Setelah gugling ternyata Puncak Moyeng jauh lebih keren dari pemandangan ini.

Kekurangannya di sana emang kurang petunjuk, hanya ada papan petunjuk arah Puncak Moyeng. setelahnya ada pertigaan dan disitu ngga ada petunjuknya lagi harus kemana. Jadi kami berhenti di pertigaan untuk foto-foto. Mungkin sebenernya masih harus belok-belok lagi menuju puncak moyeng.

Mayanlah, keren kok viewnya apalagi kalo sunset pasti enak banget duduk gelar tiker bawa rantang makanan, ditemenin semilir angin sambil dengerin alunan musiknya payung teduh. :))

Masih penasaran dengan Gunung Kelir, kami pun melanjutkan petuangalan. 
Di tengah perjalanan yang tak kunjung jua menemukan gunung kelir, kami melipir dulu ke Goa Siskendo..

Peta Goa Siskendo, baca dulu biar gak nyasar....

ternyata disini bisa susur goa, cuman emang pada dasarnya gue ga ada persiapan apa-apa. ga bawa senter juga, jadi gak berani masuk deh. Ngintip doang dikit ke bawah...



Setelah leha-leha bentar, main ayunan, makan cha-cha, ngadem, sambil jalan-jalan di Goa Kiskendo, kami lanjut menuju Gunung Kelir. Rasa penasaran kami masih belum pupus.
ancang-ancang nyalain motor, pijit-pijit pantat bentar biar ga sixpack pantatnya, pasang helm, cusss kita melanjutkan perjalanan tanpa arah. Ketemu syukur, kalo engga yaudah gapapa, namanya juga bertualang :D

semakin lama, makin berasa putus asa. Udah muterin berjam-jam tapi ga nemu tanda-tanda bahwa kami berjodoh dengan Gunung Kelir. Gue yang cuma duduk dibelakang motor sambil liat pemandangan, dan angin gak berhenti membelai-belai, rasa ngantuk pun makin menjadi-jadi.
Tapi, seketika ngantuk gue ilang pas ngeliat, "GUNUNG KELIIIIIIIIIIIIIIIR, AKHIRNYAAAAAAAAAAA!!!!"
walaupun belom nemu gunung kelir yang penting papan namanya dulu :')

Padahal belom nyampe gunung kelir, tapi senengnya udah minta ampun. Perjalanan hampir 4 jam muter-muter akhirnya nemu juga tanda-tanda bahwa kami akan menemukan Gunung Kelir.
Uhh sebahagia nemu soal ujian yang bakal keluar besok! Ngantuk pun ilang seketika.

Ini adalah gunung kelir, wuakhirnyaaaaaaaaaaa. Jadi katanya asal muasal nama gunung kelir karena dinding batunya, mirip dengan kelir yaitu background dalam pagelaran seni wayang.

Setelah nemu, kami ga ngerti kalo mau kesana harus lewat mana -_-

Gak ada tanda petunjuk jika ingin ke gunung kelir harus lewat jalan mana. Kita cuma bisa memandangi gunung kelir dari kejauhan....... Mungkin karena harapan kita di awal cuma nemu gunung kelir, jadi emang cuma ditemuin sama gunung kelir.................dari kejauhan :(

Harapan berikutnya harus lebih detail! : nemu pemandangan yang petjahhhhh dan aduhai. Amiin!
Tuhan memang Maha Baik, langsung deh dikabulin...... :))


Ini sebenernya sejenis tempat nongkrongnya warga desa setempat, disitu lo bisa duduk leha-leha sambil nikmatin pemandangan yang OKEEEEEEEEE BANGEEEEEEEET!!! sampe ga mau pulaaaang!

Disarankan tidak datang sendiri dikala hati yang galau, karena bisa mengakibatkan keinginan untuk lompat dari sini karena terlalu terlena sama suasananya. Dua ratus jempol sewarga gunung kelir acungkan jempol sama tempat aduhai ini. *Pasang Jempol*

Dari foto diatas, ada sejenis danau gitu penampakannya, dan itu bukan danau sodara. Itu adalah Waduk Sermo, yang kemudian kita putuskan untuk turun ke bawah dan mencari waduk sermo! :D

gini nih pemandangan perjalanan ke waduk sermo, 
sempet berpikiran untuk foto prewed juga sih disana #eh 

Dari gunung kelir menuju waduk sermo hanya membutuhkan waktu setengah jam. Jalannya berkelak-kelok bikin pegel yang nyetir, kalo yang bonceng sih........joget-joget di atas motor aja :p

Waduk Sermo!

Gak ada yang bisa dilakukan selain mangap dan ngeces melihat pemandangan seindah ini. Subhanallah....

 bisa naik perahu hanya Rp6ribu rupiah saja mengelilingi waduk sermo.


kira-kira kami tadi dari atas sana, ngeliat waduk dari gunung kelir.

Soal kecantikan, pemandangan waduk sermo emang cantik banget! Miss Universe aja kalah :))

Terakhir menikmat sunset di Pantai Bugel, Kulon Progo.

Sedaaaap.. Pantai Bugel ini juga belum diketahui banyak orang. Pantai Bugel merupakan tempat pelelangan ikan, jadi sekitar pantai banyak perahu-perahu nelayan.Ombaknya cukup besar, pasirnya hitam, dan cukup ramai pas kami disana. Yang pasti asik banget buat duduk sambil nikmatin senja.... 

Sekian bertualang mencicipi secuil keindahan dari Kulon Progo. Kami sepakat pemenang tempat terpetjah perjalanan ini adalah waduk sermo. Kalo bisa dibungkus, waduk sermo bungkus satu ya bang? :)


















maapken kelakuan partner bertualang saya yang nyium patung pantat kera disana Nyaiiiiiiiiiiiii!

Bukannya kerjaan saya jalan-jalan melulu. Tapi beneran deh, tiap weekend selain ngerjain tugas dan nyuci-nyuci. Kalo ada tawaran jalan-jalan ke alam pasti untolakable! Selama masih muda, selagi bisa menikmati hidup. Monggo dinikmati dengan kegiatan yang bermanfaat atau mencari pengalaman baru :))

Monday, October 21, 2013

Tentang Pas dan Angan

"jangan. jangan pernah berharap atau berekspektasi tinggi tentang siapa yang akan menjadi pendamping hidup kita nanti. karena itu semua udah ditentukan Tuhan, udah ada takdirnya masing-masing."

Siapapun kamu yang sedang berharap ingin berjodoh dengan seseorang, dan memohon-mohon Tuhan agar garis jodohmu bertemu dengan garis jodoh dia. Sebaiknya jangan. 

Jika kamu berharap, maka haraplah berjodoh dengan "sosok" seperti dia yang kamu inginkan. Sedekat-dekatnya kamu dengan seseorang yang sekiranya bisa menjadi pendamping hidupmu nanti, jodoh selalu punya caranya sendiri untuk muncul dan masuk dalam hidupmu.

Ketika kata pasangan berasal dari kata "pas" dan "angan". Maka yang bisa kita lakukan saat ini adalah menjadi pribadi yang baik, dan memperbaiki diri menjadi sosok pendamping hidup yang kita angan-angankan.

Semangat memperbaiki diri, karena aku selalu dan selalu percaya bahwa jodoh yang baik akan diberikan untuk orang yang baik. Tuhan tidak pernah salah pilih. 

teruntuk, jodohku.
saat ini jodohmu sedang gundah.

postingan super alay, disela-sela tugas yang tidak kunjung kelar dan bertebarannya nikah muda dimana-mana. Bukan berarti hasrat menikah muda seperti abang semakin tinggi, tetapi justru hilang seketika. Selow........ 

selalu alay postingannya kalo lagi gundah, belum gundah namanya kalo belum alay. :)

Friday, October 11, 2013

bertemu dengan "yang baru"

Semester Lima.
Sudah punya dua adik.
Sudah masuk grup KKN 2014. 
Sedang mengambil mata kuliah MPPH dan Konsentrasi.
Mulai berpikir mau skripsi apa.........
oh men, gue merasa sangat. sangat. sangat. Tua, tetapi bergairah muda #apasihhhh

Tepiskan kesantaian selama semester sebelumnya, karena semester ini tugasnya tidak pernah berhenti setiap hari :)
di satu sisi gue bahagia karena jadi ga nganggur-nganggur amat. Di sisi lain gue merasa cukup tersiksa dengan kehadiran tugas-tugas printilan paper yang setiap minggunya harus dikumpulkan, karena mungkin belum terbiasa aja sih.

Mulai merinding setiap dikelas MPPH, karena dosennya bersuara ngebass kayak monster-monster di kartun, dan pembahasannya bikin bulu tangan cepet rontok. Skripsi. Hiiihhhhhh najis ini matkul harus ditempelin tanah dulu.

By the way, dikala kepengangguran setelah MCC yang gue ceritakan di postingan sebelumnya. Akhirnya saat ini gue cari kesibukan di Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT), selain dapet ilmu merekam persidangan pake alat canggih, diskusi, dan masih banyak lagi. Alhamdulillah juga dapet duit lumayan buat makan angkringan segerobak.

Jadi, suatu siang ada kumpul di Pukat. Karena pengen download kenceng, akhirnya gue dateng duluan. Gak ada orang kecuali mbak-mbak sekretarisnya. tiba-tiba ada bule dan seorang kawannya bermuka Indo-China datang kemari.
"Good Afternoon"
"Halooo misteerrr" *kedip-kedipin mata*
gak gitu dengggggggg

Yah pokoknya ini bule, berciri-ciri kulit putih, memiliki jakun, tinggi, berpakaian rapih, dan selalu tersenyum.
Akhirnya kita ngobrol, awalnya sang bule bertanya tentang Indonesia, Korupsi, Pemerintahan, tentang Pukat, Penderitaan, dan tema terakhir obrolan kami adalah Tuhan.

"penderitaan, seperti kematian, takdir, bencana, pemerintah gabisa menghentikan. Kalo menurut saya, penderitaan manusia ga akan berakhir, Saya percaya Tuhan, satu-satunya yang memberhentikan penderitaan ya dengan cara mendekatkan diri dengan Tuhan, banyak bersyukur" Ucap gue pake bahasa Inggris yang terbata-bata dan seadanya. 

awal kalimat ini bikin si Bule penasaran sama Tuhan yang gue maksut. Agama. Kenapa percaya sama Tuhan. Obrolan Tuhan jauh lebih lama dibandingnya ngomongin yang lain. dan terakhir tiba-tiba.............
"Saya setuju dengan statement kamu, kalo Tuhan yang bisa menghilangkan penderitaan manusia. Begitupun Tuhan saya, saya menganut Jehovah's Witnesses. Saya merasa tenang ketika ingat Tuhan saya" *kemudian sang bule membuka bibblenya dan membaca salah satu ayatnya, yang gue ga paham soalnya ngomongnya cepet banget.*
Brosur ini kemudian, diberikan ke gue "Dibuka ya webnya, mungkin kamu bisa tertarik dengan agama yang saya percaya."

Setelah nanya-nanya sama temen dan buka webnya, ternyata agama ini bukan kristen, katanya sih Yahudi gitu. Tapi keren aja misionarisnya pake bule ganteng nan rapi yang super ramah. Tujuannya mungkin biar orang yang diajak ngobrol itu tertarik sama bulenya terus minta no hp, belajar agamanya langsung biar bisa deket sama bulenya. Hiiihh Astaghfirullah.

Pernah denger agama ini sebelumnya, ajarannya mirip-mirip islam gitu. Gue jadi berkenalan dengan agama baru, ucapin nice to meet you aja deh. byebye~