Monday, October 5, 2015

Magang beneran.

Semenjak lulus kuliah gue udah beberapa kali merasakan asem paitnya tes-tes kerja, meskipun baru 3 bulan sih tapi disitu menyadarkan gue bahwa tes kerja butuh KEBERUNTUNGAN dan orang-orang pintar yang rajin minum tolak angin akan segera berhenti karena tes kerja nggak cuma butuh pinter tapi KEBERUNTUNGAN.

Setelah beberapa kali gagal di tes kesehatan, dimana saking penasarannya gue tes kesehatan juga di laboratoirum tes kesehatan dan hasilnya : Bagus!! kenapa gue ditolak? Hanya Tuhan dan petugas lab yang tau. Namun dibalik itu semua yang perlu kita ketahui dalam tes kerja bagi sosok anak fresh graduate yang baru punya modal selembar ijasah adalah Ojo Ngoyo. Jangan membandingkan gaji dengan orang lain. Pelajaran ini gue dapet pas gue udah tinggal nego gaji :''( terus gue minta standar gaji yg menurut daerah kantor abang yaitu di Cibitung, dimana disitu daerah pabrik punya standar gaji lebih tinggi dibandingkan daerah jakarta. ((FYI AJA)) 
Bodohnya, gue minta ke perusahaan tersebut standar gaji abang gue, tanpa bisa di nego. Bodoh kuadrat memang. Ya tentu saja, perusahaan tersebut menolak~~ padahal gajinya kalo diitung nggak jauh bgt bedanya~~ :( Setelah hari itu, tiap malam gue dihantui proses wawancara perusahaan itu berhari-hariiiiii (Suwer loh ini rasanya lebih sakit dari patah hati)

Move on! Setelah itu gue merubah mindset bahwa gue kerja mau dapet ilmu, dimanapun! apapun bentuk perusahaannya yang penting HALAL : its mean No Bank Konvensional, No Rokok, dan laen-laen~~
Tercetuslah beranjak ke law firm meskipun sejak semester 3 tidak mau menginjakkan kaki di dunia law firm, tapi entahlah kali ini gue pengen kerja dapet ilmu dimana kata orang-orang bisa didapatkan di lawfirm. Setelah apply alhamdulillah dapet panggilan magang di Law Firm daerah TB Simatupang. Setelah postingan kemaren magang berkutip, alhamdulillah sekarang bisa magang beneran. :D

sehari..........seminggu............sebulan.................magang di Law Firm gue merasa ilmu yang dibuktikan dengan lembaran transkrip nilai bukan berarti apa-apa. Ilmu dikampus hanya secuil dalam nyatanya di dunia praktik. Di law firm ini, anak magang bukanlah hanya sekedar numpang makan dan ngintilin bos kemanapun pergi. Tapi 100% belajar, mulai presentasi kasus, diskusi kasus, review agreement, membuat legal opinion, membuat addendum perjanjian, research, lawyernya sering buat kelas belajar untuk ngajarin, dan mereka terbukaaa banget kalo mau nanya-nanya. Salah satu yang paling saya senang disini adalah dapet makan siang, law firm yang jujur dan memanusiakan manusia. Jika dengar lawfirm besar sering kerja rodi pulang pagi. Disini law firm yang cukup besar tapi jarang ada yang kerja rodi. Sekalinya rodi ya lembur biasa nggak sampe pagi. Dari sini, saya jadi jatuh hati pada lawyer, karena seru aja ilmunya jadi berkembaaaaaaang.

Ngga kerasa udah tinggal seminggu lagi disini karena akan menginjakkan kaki ke kota baru lagi di law firm yang baru tentunya. Mohon doanya, moga-moga betah dan seasik ini~

3 comments:

Anggi Pesek said...

bang, itu magang di law firm mana klo boleh saya tau?
persyaratan apa aja buat magang?
terus apa harus harus fasih bahasa inggris? soalnya saya kurang baik dalam bahasa iggris
mohon di bales ya bang
terima kasih

life is no good said...
This comment has been removed by the author.
Rahajeng Anandari said...

halo, kalo boleh tau nama lawfirm nya apa ya?